Perkembangan teknologi kendaraan yang semakin modern menghadirkan berbagai jenis kendaraan baru, termasuk mobil hybrid dan mobil listrik (EV) yang kini semakin diminati masyarakat. Seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan tersebut, pemahaman mengenai perawatan dan penggunaannya menjadi hal yang penting bagi pemilik kendaraan. Salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan adalah baterai pada mobil listrik.
Baterai merupakan komponen utama pada kendaraan listrik maupun hybrid yang berfungsi sebagai sumber tenaga penggerak utama dengan biaya penggantian dan perbaikan yang sangat tinggi. Dalam sebuah insiden kecelakaan yang merusak sistem baterai, biaya perbaikannya bahkan ditaksir dapat menyentuh angka ratusan juta. Lantas, apakah kerusakan baterai mobil listrik dapat ditanggung asuransi?
Kerusakan Baterai Mobil Listrik, Apakah bisa Ditanggung Asuransi?
Menurut PSAKBI Pasal 1, kerusakan fisik pada baterai dapat ditanggung oleh polis asuransi asalkan kejadian tersebut dipicu oleh risiko yang dijamin dalam polis, seperti peristiwa tabrakan, benturan, kendaraan terbalik, tergelincir, atau terperosok. Apabila baterai mengalami penurunan fungsi atau gangguan teknis secara tiba-tiba tanpa adanya insiden risiko yang dijamin polis, penanganannya bisa jadi masuk ke garansi pabrikan.
Secara umum, baterai mobil listrik memiliki ketahanan dan usia pakai berkisar antara 10 hingga 15 tahun. Penurunan performa atau degradasi baterai ini bukan hanya ditentukan oleh tingginya jarak tempuh kendaraan, tetapi juga karena kebiasaan penggunaan harian. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi baterai tetap aman.
Cara Menjaga Kondisi Baterai Mobil Listrik
- Lakukan Pemeriksaan Rutin
Banyak pemilik kendaraan yang mengabaikan perawatan rutin karena menganggap baterai tidak memerlukan pemeriksaan selama mobil masih dapat berjalan dengan normal. Padahal, kurangnya perawatan berkala menjadi salah satu kebiasaan buruk utama yang memperpendek usia pakai baterai.
Inspeksi berkala oleh teknisi di bengkel sangat diperlukan untuk memantau kondisi sel baterai secara langsung, sehingga potensi ketidakseimbangan tegangan atau kerusakan sel dapat dideteksi lebih dini sebelum menimbulkan masalah yang lebih besar. Selain itu, servis berkala memastikan kestabilan tegangan listrik yang masuk agar terhindar dari aliran fluktuatif yang memberi beban berlebih pada sel, sekaligus memastikan sistem pendingin cairan (liquid cooling) bekerja optimal dalam mendinginkan komponen baterai.
Pemeriksaan rutin mobil listrik umumnya dilakukan setiap 6 bulan sekali atau setiap pencapaian jarak tempuh 10.000 kilometer. - Jaga Level Pengisian Baterai
Pengelolaan kapasitas daya baterai juga memegang peranan krusial dalam mempertahankan kinerja kendaraan listrik. Pengguna sangat disarankan untuk mempertahankan persentase daya baterai secara konsisten berada di kisaran ideal 20% hingga 80%.
Kebiasaan mengisi daya hingga penuh 100% dapat meningkatkan tekanan internal pada sel-sel baterai dan mempercepat terlewatnya siklus pengisian (charging cycle) maksimum, yang pada akhirnya menurunkan kapasitas baterai secara drastis. Oleh karena itu, pembatasan level pengisian pada angka 80% hingga 90% sudah sangat memadai untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jauh. Di sisi lain, membiarkan kapasitas daya habis hingga di bawah 20% dapat memicu penurunan tegangan (voltage drop) yang mempercepat kerusakan struktur sel. Untuk menjaga kestabilan daya dan mendukung kinerja Battery Management System (BMS), pengguna disarankan untuk membuat jadwal pengisian daya yang teratur, seperti setiap dua hari sekali. - Hindari Suhu yang Terlalu Ekstrem
Ketika kendaraan terpaparkan suhu panas matahari secara langsung, sistem manajemen termal atau liquid cooling pada unit baterai harus bekerja ekstra keras untuk mendinginkan sel, sehingga menyebabkan daya terbuang lebih cepat dan kapasitas baterai menyusut. Untuk mengantisipasi dampak negatif tersebut, pemilik kendaraan ditekankan untuk memarkir kendaraan di area yang teduh atau tertutup, seperti di dalam gedung parkir, basement, atau area luar ruangan yang terlindungi oleh kanopi dan pohon rindang. - Gunakan Mobil Secara Rutin
Mobil listrik harus digunakan secara teratur dan tidak dibiarkan terparkir diam dalam jangka waktu yang terlalu lama. Membiarkan kendaraan terparkir lama di garasi dalam kondisi baterai benar-benar penuh atau terlalu kosong dapat merusak sel baterai. Apabila mobil harus ditinggalkan untuk durasi yang panjang, pengguna wajib memastikan level daya tetap berada di atas batas minimum 20% dan rutin memantau indikator baterai - Gunakan Charger Resmi yang Sesuai
Penggunaan charger resmi bawaan pabrikan memastikan aliran listrik yang masuk tetap stabil dan melindungi komponen internal baterai. Menggunakan perangkat charger pihak ketiga yang tidak resmi berisiko memicu korsleting listrik hingga kebakaran. Selain itu, prioritaskan metode pengisian lambat (slow charging) pada malam hari untuk penggunaan harian, karena metode pengisian cepat (fast charging) mengalirkan tegangan tinggi yang menghasilkan panas ekstra.
Merawat baterai dengan tepat menjadi langkah penting untuk menjaga performa mobil listrik tetap optimal. Dengan kebiasaan penggunaan yang baik dan perawatan secara berkala, baterai dapat tetap terjaga untuk menemani perjalanan dalam jangka panjang.
Untuk pelanggan Garda Oto, Garda Siaga juga siap membantu dalam kondisi darurat di jalan selama 24 jam. Bantuan dapat diakses melalui Garda Akses 1 500 112 atau WhatsApp 08950 1 500 112.
#POMinfo
