Benarkah Kualitas Mobil Keluaran Terbaru Lebih Mudah Rusak?

//Benarkah Kualitas Mobil Keluaran Terbaru Lebih Mudah Rusak?
By | 2018-11-21T15:18:42+00:00 November 14th, 2018|Blog|0 Comments
Benarkah Kualitas Mobil Keluaran Terbaru Lebih Mudah Rusak?

Benarkah Kualitas Mobil Keluaran Terbaru Lebih Mudah Rusak?

Banyak orang yang ragu terhadap kualitas mobil keluaran baru ketika terjadi kecelakaan. Bisa dilihat saat mengalami kecelakaan, bagian depan ataupun belakang langsung ringsek seketika bahkan rusak parah. Keadaan ini membuat ada beberapa orang yang berasumsi bahwa mobil baru lebih ringkih dibanding mobil keluaran lama semakin kuat. 

Hal ini dapat dimaklumi mengingat orang akan membuat penilaian berdasarkan apa yang mereka lihat. Padahal, hal ini memang dipengaruhi oleh faktor desain yang diterapkan oleh produsen dengan mempertimbangkan alasan keamanan melalui desain mobil yang dihadirkan. 

Saat mobil mengalami kecelakaan, bagian-bagian yang mudah ringsek pada mobil keluaran baru ini ternyata bagian dari adopsi teknologi crumple zone yang memang dihadirkan oleh beberapa produsen mobil di dunia. Teknologi ini ditemukan insinyur Mercedes, Bela Barenyi pada tahun 1937 yang lalu diaplikasikan pada mobil Mercedes sejak 1959. 

Crumple zone ini terletak di bagian depan, samping serta belakang yang memang dibuat lebih rapuh dibandingkan konstruksi dari kabin utama. Tujuan dibuat lebih rapuh adalah agar saat mobil dihantam dari berbagai arah tersebut, bagian crumple zone menyerap gaya kinetik yang ditimbulkan dari benturan sehingga tidak mencapai kabin mobil. Getaran yang telah tertahan tersebut dapat mencegah pengemudi mobil dan penumpang mengalami luka. 

Teknologi crumple zone dapat menyerap benturan oleh beberapa bagian mobil yang kemudian dialirkan ke bagian lain demi keselamatan orang yang berada dalam kabin. Hal inilah yang membuat mobil anyar langsung hancur di bagian luar namun bagian dalam tetap aman. Jadi saat mobil terlibat tabrakan lawan kendaraan lain atau menabrak permukaan solid seperti tembok, tiang listrik dan lainnya, bagian crumple zone di area tabrak langsung melengkung untuk menyerap hentakan agar bagian kabin tetap utuh.

Beberapa mobil kelas atas juga menerapkan teknologi ini pada engine mounting. Alhasil, saat mobil menabrak, otomatis mesin serta transmisi akan dijatuhkan ke tanah dan tidak akan terdorong melesak masuk hingga menjepit pengemudi. Hal ini bisa dilihat saat membuka bagian bumper yang ada banyak lubang sebagai crumple zone.

Selain berupa lubang ataupun spasi tertentu, crumple zone juga bisa berupa busa dan styrofoam di bagian dekat radiator atau di bawah kap mesin. Benturan yang diterima bumper akan diserap oleh bumper hingga penyok lalu disalurkan ke busa dan styrofoam tersebut.

Termasuk bagian kap yang juga langsung melengkung saat terjadi kecelakaan lantaran bagian ini juga menerapkan konstruksi crumple zone. Bisa dibayangkan, saat kecelakaan kap mobil tidak melengkung dan justru terdorong memecahkan kaca depan dan mengenai pengemudi.

Inilah yang menjadi alasan mengapa mobil keluaran baru mudah sekali hancur saat terjadi tabrakan. Nyatanya hal tersebut semata-mata adalah demi keselamatan penumpang yang berada di dalam kabin. Kerusakan mobil mungkin masih bisa diperbaiki, namun hilangnya nyawa mungkin tidak akan sebanding dengan hal tersebut, bukan?