
Perjalanan jauh, macet panjang, hingga tanjakan yang ada dalam perjalanan saat mudik Lebaran bisa membuat kendaraan bekerja lebih keras dari biasanya. Selain itu, kondisi jalur mudik juga sulit untuk diprediksi. Beberapa kendala ini bisa saja terjadi di perjalanan mudikmu:
- Kurang Konsentrasi saat Berkendara
Perjalanan panjang saat puasa bisa membuat pengemudi mengantuk atau lapar. Polri bahkan menyebut pukul 09.00–12.00 sebagai jam rawan kecelakaan saat mudik. Untuk itu, jangan lupa untuk istirahat setiap 2-3 jam di rest area dan membuat manajemen perjalanan mudik yang tepat. - Ban Bermasalah
Perjalanan mudik yang panjang membuat kesiapan ban menjadi komponen krusial untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan. Untuk itu, jangan lupa untuk memeriksa tekanan angin, kondisi alur, dan ketebalan ban, serta membawa car toolkit (dongkrak, kunci ban) untuk keadaan darurat. - Mesin Overheat
Kemacetan panjang, muatan penuh, dan jalur tanjakan bisa membuat mesin bekerja lebih keras hingga berisiko overheat. Untuk itu, jangan lupa untuk membuka kap mesin dan cek cairan radiator saat beristirahat. - Rem Blong
Saat melewati turunan panjang, sistem pengereman bekerja lebih keras sehingga risiko rem overheat bisa meningkat. Untuk menghindari hal tersebut, jangan menyiram cakram dengan air dan gunakan teknik engine brake (teknik memperlambat laju kendaraan dengan memanfaatkan tahanan kompresi mesin, bukan rem kaki, dengan cara menurunkan gigi transmisi ke posisi lebih rendah (pada manual) atau memindahkan tuas ke gigi rendah/L (pada matic).
Untuk perjalanan aman selama road trip mudik Lebaran, jangan lupa untuk menambahkan perlindungan Asuransi Mobil Garda Oto. Dapatkan perlindungan darurat dari Garda Siaga 24 jam, spesial untuk pelanggan Garda Oto! Langsung call Garda Akses 1 500 112 atau WhatsApp 08950 1 500 112. Dapatkan juga kemudahan survei klaim kendaraan dari mana saja melalui fitur Virtual Survey di aplikasi myGarda.
Untuk promo spesial bulan ini, kunjungi gardaoto.com.
#POMinfo