Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri, Kanan, dan Bawah pada Wanita

Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri, Kanan, dan Bawah pada Wanita

 

Jangan sepelekan jika terjadi sakit pada bagian perut di sebelah kiri, kanan bahkan pada bagian bawah dari perut wanita. Kita tidak bisa mengetahui dengan jelas penyebab sakit perut tersebut, bisa jadi bukan hanya sekedar sakit perut biasa melainkan tanda adanya masalah dari organ lain. 

Sakit perut bagian kiri bawah memang selalu diidentifikasi sebagai masalah pada pencernaan. Namun, beda halnya jika terjadi pada sisi kiri bagian bawah. Biasanya, yang menjadi penyebab yaitu adanya masalah dengan organ reproduksi atau saluran kemih. 

Jika sakit ini muncul, tentunya sangat mengganggu aktivitas karena menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman karena sakit yang intens. Nyeri perut juga bisa menjalar ke sisi sebelah kanan sehingga hal ini membutuhkan perhatian medis. 

Penyebab Sakit Perut pada Wanita 

Penyebab sakit perut bisa bermacam-macam dan sangat sulit diidentifikasi. Namun, sebagai wanita kita harus bisa menganalisisnya untuk menghindari hal-hal berbahaya terjadi di dalam tubuh. Informasi ini akan menjelaskan penyebab sakit yang terjadi pada bagian perut kiri bawah, di antaranya yaitu: 

Sakit Perut Bagian Atas 

Sakit perut bagian atas pada wanita bisa disebabkan oleh berbagai hal. Jika Anda mengalaminya, mungkin ini penyebabnya: 

1. Infeksi Ginjal 

Infeksi ginjal adalah kondisi serius yang terjadi ketika bakteri masuk ke ginjal, seperti dari saluran kemih. Gejala infeksi ginjal meliputi demam tinggi, nyeri punggung atau samping, mual, dan muntah. Pada wanita, infeksi ginjal lebih sering terjadi karena uretra yang lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih dan ginjal. 

2. Batu Ginjal 

Biasanya, batu ginjal terbentuk saat mineral yang ada di dalam urine mengkristal. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri hebat di bagian perut atau punggung, dan rasa sakit ini sering menyebar ke bawah menuju selangkangan. 

3. Hepatitis 

Hepatitis sendiri merupakan peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus. Ini bisa terjadi karena konsumsi alkohol yang berlebihan, obat-obatan tertentu, atau penyakit autoimun. Biasanya, penyakit ini menyebabkan sakit perut bagian kanan, tempat di mana organ hati berada. 

Sakit Perut Bagian Bawah 

Nyeri perut di bagian bawah juga cukup sering dialami kaum wanita. Berikut beberapa penyebab sakit perut bagian bawah: 

1. Akibat kram menstruasi (dismenore) 

Saat kondisi wanita sedang menstruasi, umumnya sering mengalami kram. Kram inilah yang menjadi munculnya rasa sakit di perut, meskipun rasa sakitnya memang hanya gangguan kecil namun cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Jika Anda mengalami gangguan kram ini, sebaiknya konsultasikan ke dokter dan memeriksanya. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui apakah kondisi saluran reproduksi Anda dalam kondisi baik atau tidak. 

 2. Munculnya endometriosis 

Endometriosis merupakan kondisi dimana jaringan yang biasanya melapisi bagian dalam rahim mengalami pertumbuhan juga di luar rahim. Kondisi ini bisa menyebabkan sakit perut yang luar biasa, bahkan bisa menyebabkan kemandulan. 

Sebenarnya, kondisi ini bisa Anda amati dengan kemunculan rasa sakit di perut sebelah kiri bawah, kemudian sakit saat haid yang kian bertambah usia, sakit saat berhubungan seksual, sakit saat BAB atau BAK, periode haid yang berat bahkan hingga munculnya bercak. 

3. Munculnya kista ovarium 

Penyebab sakit perut dari sebelah kiri bawah bisa jadi karena kemunculan kista ovarium. Kista ovarium sendiri merupakan kantung berisi cairan di dalam atau di permukaan dari ovarium. Kosta ini memang terbentuk normal dari siklus menstruasi. 

Umumnya kemunculan ini memang tidak menimbulkan gejala dan bisa hilang tanpa pengobatan. Namun untuk ukuran yang besar ini bisa menyebabkan kondisi yang tidak nyaman. Kondisi ini juga bisa menyebabkan Anda bisa lebih sering buang air kecil. 

Kista yang pecah bisa menimbulkan masalah yang lebih serius, mulai dari sakit parah bahkan pendarahan internal. Gejalanya bisa Anda amati jika mengalami sakit perut yang parah, demam, muntah, kulit dingin, pusing, pernapasan lemah bahkan kondisi lemas. 

4. Adanya Torsi Ovarium 

Torsi ovarium merupakan kelanjutan dari penyebab adanya kista ovarium yang besar. Ovarium bisa berubah posisi di dalam tubuh wanita yang disebabkan ovarium yang besar. Hal tersebutlah yang bisa meningkatkan resiko torsi ovarium. 

Torsi ovarium sendiri merupakan puntiran ovarium yang sangat menyakitkan dan dapat memotong suplai darah. Torsi ovarium ini bisa terjadi pada saat kehamilan atau peningkatan hormon yang menyebabkan meningkatnya ovulasi. 

Jika ini terjadi, maka sakit yang ditimbulkan akan membutuhkan waktu lama. Sangat disarankan tindakan pembedahan untuk mengatasinya. 

5. Adanya penyakit radang panggul (PID) 

Penyakit yang satu ini disebabkan karena adanya infeksi pada system reproduksi wanita. Umumnya memang disebabkan karena penyakit menular seksual (PMS) yaitu gonore dan klamidia. 

Wanita yang mempunya infeksi ini mungkin tidak mempunyai gejala sakit yang luar biasanya, namun tetap bisa dirasakan dengan munculnya rasa sakit pada perut bawah bagian kiri. Selain itu bisa dideteksi dengan adanya : 

  1. Demam 
  1. Keputihan dengan bau yang tidak sedap 
  1. Rasa sakit atau pendarahan saat melakukan seks 
  1. Adanya rasa terbakar saat buang air kecil 

Faktor Risiko Sakit Perut 

Sebenarnya sakit perut merupakan keluhan umum yang bisa dialami oleh siapa saja, termasuk wanita. Meskipun banyak faktor yang bisa menyebabkan sakit perut, beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini. 

  1. Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein

Konsumsi alkohol dan kafein dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada lambung dan usus, yang pada akhirnya memicu sakit perut. Perlu diketahui, alkohol bisa meningkatkan produksi asam lambung, menyebabkan gastritis, dan merusak lapisan pelindung lambung. Sementara itu, kafein dapat merangsang produksi asam lambung dan mempercepat pergerakan usus yang dapat menyebabkan diare dan membuat perut tidak nyaman. 

  1. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa obat, terutama obat pereda rasa sakit seperti nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) termasuk ibuprofen dan aspirin, bisa menyebabkan iritasi dan peradangan pada lambung. Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dari obat-obatan ini bahkan bisa menyebabkan masalah serius seperti tukak lambung. 

  1. Kebiasaan merokok

Merokok tidak hanya buruk bagi paru-paru, tetapi juga dapat meningkatkan risiko sakit perut. Nikotin yang terkandung dalam rokok bisa merangsang produksi asam lambung. Inilah yang kemudian menyebabkan berbagai masalah pencernaan, termasuk sakit perut. 

  1. Mengonsumsi makanan pedas, berlemak, atau asam secara berlebihan

Makanan pedas, berlemak, atau asam dapat menyebabkan iritasi pada lapisan perut dan memicu gangguan pencernaan seperti diare, refluks asam, dan gastritis. Makanan berlemak tinggi bahkan bisa memperlambat proses pencernaan, hingga menyebabkan rasa penuh dan kembung. 

Diagnosis Sakit Perut 

Untuk memastikan diagnosis yang tepat dan memberikan perawatan yang sesuai, dokter akan melakukan serangkaian langkah dan metode diagnosis. Berikut prosedur umum yang digunakan dalam mendiagnosis sakit perut: 

  1. Wawancara Medis

Diagnosis biasanya dimulai dengan melakukan wawancara medis. Dokter akan bertanya tentang karakteristik nyeri, seperti lokasi, intensitas, frekuensi, serta faktor-faktor pemicu dan pereda nyeri. Riwayat medis pasien, termasuk riwayat penyakit sebelumnya, riwayat pengobatan, dan riwayat keluarga yang relevan juga akan dievaluasi. 

  1. Pemeriksaan Fisik

Setelah wawancara medis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter biasanya akan menekan perut pasien untuk mencari tanda-tanda pembengkakan, sensitivitas, atau nyeri pada area tertentu. Nantinya, lokasi dan karakteristik nyeri yang ditemukan selama pemeriksaan fisik akan dijadikan sebagai petunjuk untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab sakit perut. 

  1. Pemeriksaan Laboratorium

Untuk mendukung diagnosis, dokter mungkin akan meminta pasien melakukan pemeriksaan laboratorium, seperti pengujian sampel darah, urine, dan feses. Hasil dari pemeriksaan ini dapat membantu dokter memastikan penyebab sakit perut, seperti infeksi bakteri, masalah pencernaan, atau peradangan pada organ tertentu. 

  1. Pemeriksaan Pencitraan

Jika diperlukan, dokter dapat merujuk pasien untuk menjalani tes pencitraan seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging), CT scan, atau Rontgen. Tes ini memungkinkan dokter untuk melihat organ dalam perut secara detail dan mengetahui adanya kelainan atau kerusakan pada organ dalam perut. 

  1. Endoskopi atau Kolonoskopi

Untuk memeriksa secara langsung saluran pencernaan bagian atas (endoskopi) atau bagian bawah (kolonoskopi), dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur endoskopi atau kolonoskopi. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan alat yang dilengkapi kamera ke dalam saluran pencernaan untuk melihat kondisi organ secara langsung. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi peradangan, luka, atau kelainan lainnya pada kerongkongan, lambung, usus, atau kolon. 

Cara Mengatasi Sakit Perut pada Wanita 

Penanganan sakit perut sebenarnya tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa cara yang dapat membantu mengatasi sakit perut pada wanita: 

  1. Mengubah Pola Makan

Jika sakit perut disebabkan oleh pola makan yang kurang baik, dokter dapat menyarankan untuk melakukan perubahan pola makan. Biasanya, Anda akan diminat untuk menghindari makanan pedas, berlemak, atau asam yang dapat memicu gangguan pencernaan. Selain itu, Anda juga akan dianjutkan untuk mengonsumsi makanan yang lebih sehat dan seimbang. 

  1. Obat-obatan

Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan tertentu untuk membantu mengatasi sakit perut berdasarkan penyebabnya. Misalnya, obat penurun asam lambung dapat diberikan untuk mengurangi gejala penyakit asam lambung (GERD) atau peradangan pada lambung. Untuk sakit perut yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik. 

  1. Mengelola Stres

Perlu diingat, stres bisa memperburuk gejala sakit perut. Oleh karena itu, pengelolaan stres juga penting. Untuk mengurangi tingkat stres, Anda bisa mencoba teknik relaksasi seperti olahraga, meditasi, atau pernapasan dalam. 

Karena Kesehatan itu Berharga, Lindungi dengan Asuransi Terbaik Garda Healthtech 

Itulah rincian dari penyebab sakit perut yang dialami oleh wanita. Sakit perut yang dialami pada wanita memang tidak bisa diabaikan begitu saja, karena bisa menyangkut pada kesehatan alat reproduksinya. Oleh karena itu, Anda juga harus bisa memantau dan mengetahui penyebab rasa sakit yang muncul. 

Kesehatan memang nomor satu untuk dijaga dan diperhatikan, salah satu caranya adalah Anda dapat menggunakan asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan Garda Healthtech dapat menjadi pilihan terbaik bagi Anda. Dengan 3 pilihan paket yang disesuaikan dengan kebutuhan, yakni FIT, CLASSY, dan ULTIMA, Garda Healthtech hadir untuk memberikan perlindungan terbaik bagi kesehatan Anda. 

Garda Healthtech siap memberikan Anda pelayanan terbaik seperti konsultasi online yang dapat dilanjutkan dengan konsultasi tatap muka dengan dokter umum atau spesialis, hingga pembelian obat sesuai resep. Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat mengunjungi laman Garda Healthtech dan temukan promo menariknya!