Anak-anak usia sekolah dari umur 4 sampai 17 tahun biasanya mengenyam pendidikan di sekolah. Namun, pendidikan secara formal sebenarnya juga dapat diperoleh lewat program homeschooling. Meski cukup familier, tidak sedikit orang yang cukup bingung mengenai apa itu homeschooling dan mengapa harus memilih jenis model pendidikan yang seperti ini.

Sesuai namanya, homeschooling merupakan format pendidikan formal yang tidak dilakukan di sekolah, melainkan bisa di rumah atau di tempat pilihan anak didik. Proses belajar-mengajar yang ada di homeschooling tidak bisa sembarangan, melainkan tetap harus sadar dan terarah yang dilakukan oleh pengajar ataupun orang tua kepada anak didik. Suasana ajar pun mesti kondusif agar peserta didik benar-benar bisa berkonsentrasi pada materi yang disampaikan pihak pengajar.

Banyak alasan orang tua memutuskan untuk memasukkan anaknya ke program homeschooling. Beberapa alasannya yang populer, antara lain karena pekerjaan orang tua sering berpindah tempat ataupun kegiatan anak yang padat sehingga tidak bisa mengikuti jam belajar-mengajar di sekolah. Dalam beberapa kasus, program homeschooling dipilih karena kebutuhan medis anak, seperti untuk anak yang mengalami disleksia, hiperaktif, ataupun anak dengan disabilitas.

Biaya homeschooling sangat beragam dan tidak melulu lebih mahal dibandingkan sekolah formal lainnya. Namun, selain memikirkan biaya, beberapa pertimbangan terkait program belajar-mengajar yang satu ini mesti dipikirkan masak-masak sebelumnya.

Kelebihan Homeschooling

Homeschooling memiliki beberapa kelebihan dibandingkan sekolah formal pada umumnya. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari program belajar-mengajar yang satu ini, yang bisa membuat Anda semakin yakin untuk mengikutsertakan buah hati ke program homeschooling.

  • Fleksibilitas Jadwal dan Tempat

Kelebihan utama mengikuti homeschooling adalah proses belajar-mengajar sangat fleksibel. Bukan hanya dari segi waktu, fleksibilitas homeschooling juga bisa dari segi tempat.

Proses belajar-mengajar homeschooling merupakan hasil diskusi dan kesepakatan antara orang tua, anak sebagai peserta didik, juga pengajar. Kesepakatan tersebut terkait waktu dimulai dan berakhirnya pelajaran tiap kali sesi, lamanya waktu belajar, sampai waktu istirahat dalam proses belajar-mengajar yang terjadi.

Tidak jarang dalam proses belajar-mengajar bisa dilakukan perubahan tempat. Dalam hal ini, proses belajar-mengajar bukan hanya dapat terjadi di rumah. Atas kesepakatan ketiga pihak, proses belajar-mengajar juga dapat dilakukan di tempat lain yang telah didiskusikan sebelumnya, seperti di perpustakaan, galeri seni, ataupun museum; guna menunjang pembelajaran. Jadi, kegiatan belajar-mengajar bisa terasa seru dan tidak membosankan.

  • Pengajaran yang Disesuaikan

Pengajaran di program homeschooling lebih mudah untuk disesuaikan. Orang tua dan anak bahkan dapat menentukan sendiri mata pelajaran apa yang hendak dipelajari pada pertemuan di satu hari dengan pengajar.

Pengajar yang hanya berfokus pada satu anak di program homeschooling juga membuat alur pembelajaran bisa lebih cepat ataupun lebih lambat. Kecepatan alur pembelajaran ini disesuaikan dengan pemahaman dari peserta didik.

  • Lingkungan yang Aman

Tidak jarang orang memilih homeschooling untuk anaknya karena memikirkan masalah keamanan. Lewat program sekolah di rumah, orang tua bisa lebih mengawasi program belajar-mengajar dan memastikan keamanan peserta didik dari sisi lingkungan maupun pergaulan.

Alhasil, homeschooling dianggap sebagai alternatif kegiatan belajar-mengajar yang bisa menciptakan lingkungan yang aman bagi peserta didik. Ini karena pengawasan oleh orang tua bisa dilakukan lebih ketat serta interaksi hanya terjadi antara peserta didik dan pengajar.

  • Pembelajaran Berdasarkan Minat

Fleksibilitas terkait jadwal kegiatan belajar-mengajar maupun pemilihan mata pelajaran membuat peserta didik bisa lebih mengembangkan minat dan bakal. Pasalnya, jadwal maupun materi pelajaran dapat disesuaikan dengan perkembangan minat dan bakat anak tersebut.

Pembelajaran yang berdasarkan minat pada akhirnya dinilai bisa membuat proses belajar-mengajar lebih optimal. Selain itu, pembelajaran yang berdasarkan minat dapat membuat perkembangan dan bakat anak lebih maksimal.

Tantangan Homeschooling

Bukan hanya kelebihan, ada pula beberapa kekurangan homeschooling yang mesti menjadi perhatian sebelum memutuskan anak akan ikut program belajar-mengajar ini atau tidak. Berikut adalah beberapa kekurangan homeschooling yang menjadi tantangan tersendiri bagi peserta didik maupun orangtuanya.

  • Sosialisasi Anak

Masalah sosialisasi anak menjadi tantangan tersendiri pada penyelenggaraan homeschooling. Hanya ada peserta didik dengan pengajar pada program homeschooling sehingga membuat aktivitas sosial anak menjadi terbatas. Ini karena peserta didik tidak memiliki teman-teman sekelas untuk berkegiatan bersama dalam pembelajaran.

  • Dukungan Sumber Daya dan Sarana

Sumber daya dan saranan peserta didik yang menjalani homeschooling akan lebih terbatas dibandingkan anak-anak yang mengenyam pendidikan di sekolah formal. Contohnya, sumber daya seperti guru dengan spesialisasi tertentu ataupun sarana penunjang seperti laboratorium adan peralatan menjadi sulit disediakan dalam program ini.

Atas alasan ini pula, biaya homeschooling bukan hanya dihitung dari seberapa besar dana untuk mengikuti program belajar-mengajar yang fleksibel ini. Orang tua juga perlu mempertimbangkan pembelian peralatan penunjang sampai kunjungan ke berbagai tempat yang menunjang pembelajaran sebagai biaya tambahan homeschooling.

  • Regulasi Homeschooling

Indonesia sebenarnya suda memiliki aturan terkait homeschooling sebagai sistem pendidikan yang legal lewat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 129 tahun 2014. Namun, dalam aturan yang sama, pengurusan terkait sistem pendidikan ini harus dilaporkan sendiri oleh orang tua peserta didik ke dinas pendidikan di tingkat kabupaten atau kota.

  • Kesulitan dalam Kurikulum dan Materi Pembelajaran

Tantangan lain dalam program homeschooling adalah keselarasan antara kurikulum dan materi pembelajaran. Karena materi pembelajaran dapat didiskusikan dan disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik, tidak jarang materi-materi lain yang sesuai kurikulum menjadi tidak terkejar atau terlambat.

Homeschooling bisa menjadi salah satu alternatif sistem pendidikan untuk buah hati. Sama seperti sistem pendidikan lainnya, tentu ada biaya homeschooling yang mesti disiapkan agar anak Anda bisa terus mendapat pembelajaran yang maksimal sampai di tingkat tertentu di homeschooling dan melanjutkannya ke jenjang perguruan tinggi.

Untuk itu, pastikan pendidikan anak Anda terlindungi dari risiko kecelakaan diri dengan memiliki proteksi dari Garda Edu. Asuransi dari Garda Oto ini dapat memberikan perlindungan untuk biaya pendidikan anak apabila orang tua mengalami cacat tetap ataupun meninggal dunia akibat kecelakaan. Jangan sampai impian anak tidak teraih karena masalah biaya yang menjadi kendala akibat orang tua mengalami risiko cacat tetap ataupun meninggal dunia!