Sekali Anda sudah memodifikasi salah satu bagian mobil, biasanya Anda akan ketagihan untuk memodifikasi bagian mobil lainnya, salah satu bagian mobil yang biasanya sering dimodifikasi adalah komponen mesin mobil dengan cara bore up untuk meningkatkan performa mesin.

Sebelum melakukan bore up mesin mobil di bengkel terdekat, pemilik mobil harus mengetahui betul apa itu bore up dan untung ruginya bagi mesin mobil Anda. Sebenarnya, jenis modifikasi bore up ini tidak disarankan oleh bengkel resmi produsen mobil mana pun untuk dilakukan. Dengan demikian, Anda hanya bisa melakukan bore up pada mesin mobil Anda di bengkel tidak resmi dengan risiko garansi mesin mobil Anda hilang.

Berikut adalah pengertian apa itu bore up dan langkah-langkah apa saja yang perlu pemilik mobil persiapkan sebelum melakukan bore up mesin mobil.

Pengertian Bore Up

Bore up adalah salah satu jenis modifikasi pada bagian silinder mesin mobil yang dilakukan untuk meningkatkan performa mesin mobil dengan cara dibubut dan mengganti piston bawaan pabrik dengan piston baru yang berukuran diameter lebih besar dengan satuan nol koma seperti 25, 50, hingga 100.

Sebagai contoh, untuk tipe mobil Grand New Avanza yang memiliki diameter piston sebesar 72,55 mm dan ingin dilakukan bore up dengan piston oversize 50. Setelah dilakukan bore up mesin, ukuran piston mobil Anda yang baru menjadi berdiameter 72,95 mm.

Tujuan Bore Up Mesin Mobil

Melalui bore up, mobil yang sudah dimodifikasi mesinnya akan lebih bertenaga dan lebih kencang. Hal ini dikarenakan penggantian ukuran diameter piston yang lebih besar pada mesin mobil membuat semakin besarnya kapasitas silinder dan memperbesar ruang bahan bakar sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar pada mesin mobil.

Perbedaan Bore Up, Tune Up, dan Stroke Up

Bore up, tune up, dan stroke up mungkin adalah istilah yang sebenarnya sering pemilik mobil dengar saat melakukan servis kendaraan. Namun, tahukah Anda? Walaupun ketiga istilah tersebut sama-sama bertujuan untuk meningkatkan performa mesin, ternyata bore up, tune up, dan stroke up memiliki perbedaan yang perlu pemilik mobil ketahui berikut ini.

  1. Cara Pengerjaan

Perbedaan tune up, bore up, dan stroke up bisa dibedakan berdasarkan cara pengerjaannya. Tune up memiliki fungsi untuk meningkatkan performa mesin mobil dengan cara penyetelan ulang atau melakukan kalibrasi pada setiap bagian komponen mesin yang bertujuan untuk mengembalikan mobil ke kondisi yang optimal.

Sementara itu, bore up mesin mobil juga berfungsi untuk meningkatkan performa mesin mobil dengan mengganti ukuran diameter piston bawaan pabrik dengan piston baru yang punya diameter yang lebih besar. Cara ini dilakukan untuk memperbesar silinder dan ruang bahan kabar mesin agar bisa menghasilkan tenaga yang lebih besar.

Bagaimana dengan stroke up? Stroke up meningkatkan performa mesin dengan cara menambah panjang langkah piston yang sebelumnya pendek menjadi lebih panjang dengan mengubah poros engkol piston di kruk as yang membuat jarak langkah piston semakin jauh dan membuat mesin mobil Anda bisa menghasilkan torsi yang lebih besar.

  1. Urgensinya

Jika kita lihat berdasarkan urgensinya, pemilik mobil perlu melakukan tune up setidaknya 3-6 bulan sekali atau setiap 5.000 km untuk mengembalikan kembali performa mesin ke penyetelan awal.

Hal ini tentu berbeda dengan stroke up dan bore up mesin mobil, di mana keduanya bukanlah hal wajib dilakukan oleh setiap pemilik mobil. Stroke up dan bore up adalah termasuk jenis modifikasi sehingga pemilik mobil bebas apakah ingin memodifikasi mesin mobilnya dengan cara bore up ataupun stroke up.

  1. Tempat Pengerjaannya

Perbedaan ketiga dari bore up, tune up, dan stroke up adalah tempat pengerjaannya. Bore up dan stroke up termasuk jenis modifikasi mesin yang sebenarnya tidak disarankan oleh bengkel resmi, sehingga pengerjaannya tidak bisa dilakukan di bengkel resmi dan hanya bisa dilakukan di bengkel-bengkel tidak resmi.

Untuk melakukan stroke up dan bore up, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk melakukannya di bengkel-bengkel yang punya track record yang baik dalam memodifikasi performa mesin mobil. Sementara itu, tune up bisa dilakukan di bengkel resmi dan tidak resmi.

  1. Biaya

Soal biaya, biaya tune up berkisar Rp350 ribu hingga Rp3 juta. Biaya bore up dan stroke up lebih mahal dibanding jasa tune up. Hal ini bisa dimaklumi karena harga komponen piston yang mahal dan juga tidak semua bengkel bisa melakukan bore up dan stroke up.

Langkah-langkah Bore Up Mesin Mobil

Untuk membuat mesin mobil Anda tokcer dan tidak menimbulkan masalah mesin setelah melakukan bore up. Pemilik mobil perlu memastikan beberapa hal berikut ini sebelum melakukan bore up.

  1. Pastikan Diameter Piston Sesuai

Ada 2 cara bore up mesin mobil yang perlu Anda ketahui, yaitu mengganti diameter piston dengan ukuran yang lebih besar atau memperbesar diameter piston. Kemudian, pemilik mobil bisa melakukan bubut boring di ruang bahan bakar.

Jika tidak sesuai ukuran dan dipaksakan, piston akan cepat rusak. Oleh karenanya, sebelum melakukan bore up mesin mobil, pemilik mobil harus benar-benar memastikan spesifikasi ukuran diameter piston yang akan diganti sudah sesuai.

Anda bisa menyesuaikan ukuran piston yang diganti dengan tekanan kompresi di ruang bahan bakar sehingga bore up yang Anda lakukan tidak sia-sia dan bisa menghasilkan tenaga yang lebih besar.

  1. Biaya

Melakukan upgrade mesin mobil dengan cara bore up tentu tidaklah murah. Anda bisa menyesuaikan budjet dengan jenis bore up yang  ditawarkan, apakah paket bore up full atau bore up harian.

  1. Pakai Oli Mesin Berkualitas

Kapasitas mesin yang sudah diperbesar setelah bore up, tentu membutuhkan oli mesin yang lebih berkualitas. Anda bisa menggunakan jenis oli mesin mobil full sintetik.

  1. Ganti Filter Udara Mobil Anda

Meningkatnya kapasitas silinder, tentu ruang bahan bakar membutuhkan lebih banyak pasokan udara. Jika Anda tidak mengganti filter udara, mesin mobil menjadi kurang bertenaga karena kekurangan pasokan udara di ruang bahan bakar.

Keuntungan Melakukan Bore Up Mesin Mobil 

  1. Tenaga Mobil Jauh Lebih Besar

Setelah melakukan bore up pada mesin mobil Anda, pemilik mobil akan merasakan perbedaan yang sangat mencolok dari tenaga mobil yang dihasilkan sehingga dapat melaju dengan sangat kencang.

  1. Kompresi Mesin Meningkat

Dengan kapasitas ruang bahan bakar yang lebih besar, kompresi pada mesin mobil akan meningkat dan hal ini akan memberikan tenaga yang besar pada mobil untuk semakin mempermudah akselerasi.

Risiko dan Kendala Melakukan Bore Up Mesin Mobil

Walaupun bore up mesin dapat memberikan tenaga yang lebih besar pada mobil Anda. Risiko mengganti spare part bawaan pabrikan dengan spare part yang ada di after market tentu dapat menimbulkan masalah pada mobil Anda.

  1. Garansi Mesin Mobil Hilang

Melakukan bore up dan stroke up adalah hal yang dilarang oleh bengkel resmi, di mana konsekuensinya adalah Anda sebagai pemilik mobil akan kehilangan garansi mesin mobil.

Inilah alasan mengapa bengkel resmi sangat tidak menyarankan pemilik mobil untuk melakukan bore up. Karena mempertimbangkan masa berlaku garansi mesin mobil Anda.

  1. Mesin Mati Mendadak

Mesin mati mendadak adalah ciri-ciri dari mesin mobil bore up yang memiliki masalah. Umumnya, masalah mesin bore up terdapat pada piston yang tidak sesuai sehingga membuat mobil mogok.

  1. Mesin Menjadi Rusak Parah

Dengan spesifikasi komponen mesin yang tidak sesuai dengan standar pabrikan. Mesin mobil Anda bisa mengalami kerusakan yang sangat parah karena mesin menjadi lebih cepat panas dan mudah mengalami overheating.

  1. Risiko Biaya Perbaikan

Selain mesin mobil bisa rusak dan garansi mesin mobil hilang, melakukan bore up mesin mobil yang tidak sesuai bisa menimbulkan risiko biaya perbaikan yang nilainya tidaklah kecil.

Hal ini dikarenakan pada mesin mobil terdapat banyak komponen-komponen penting yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Sehingga, jika ada komponen mesin mobil yang mengalami kerusakan bisa mempengaruhi fungsi komponen mesin mobil lainnya.

  1. Mobil Menjadi Lebih Boros

Mesin bore up memang menawarkan tenaga yang lebih besar dibanding mesin standar pabrikan. Namun, tenaga mobil yang besar ini harus Anda bayar dengan konsumsi BBM yang lebih boros. Hal ini disebabkan karena naiknya spesifikasi mesin mobil Anda, sehingga Anda juga perlu menyesuaikan jenis BBM yang digunakan agar mobil bisa menghasilkan tenaga yang besar secara maksimal.

  1. Kecepatan Menurun

Kendala yang bisa pemilik mobil rasakan setelah bore up mesin mobil selanjutnya adalah adanya potensi kecepatan mobil menurun. Hal ini bisa terjadi jika Anda tidak mengganti filter udara yang berfungsi untuk memasok udara ke ruang bahan bakar. Minimnya udara yang masuk ke ruang bahan bakar akan membuat kinerja mesin tidak berjalan optimal.

  1. Oli Mesin Boros

Selain harus menggunakan oli mesin yang berkualitas untuk mesin bore up, penggunaan oli mesin Anda juga akan semakin boros. Dengan suhu mesin yang meningkat karena ukuran piston yang lebih besar, tentu oli mesin akan dituntut bekerja lebih keras untuk menggerakkan komponen mesin mobil lainnya dan akan lebih cepat menguap, dan harus sering diganti dengan oli mesin yang baru.

Lindungi Kendaraan Anda dengan Asuransi Mobil dari Garda Oto

Punya mobil yang sudah dimodifikasi mesinnya memang memberikan pengalaman yang berbeda selama Anda berkendara. Namun memiliki mobil dengan mesin bore up untuk keperluan sehari-hari juga tentu membutuhkan perawatan agar kinerja mesin Anda tetap optimal.

Untuk selalu menjaga performa mesin mobil Anda, melakukan tune up secara berkala memang sangat dianjurkan setidaknya 3-6 bulan sekali agar performa mesin mobil Anda kembali optimal.

Dengan pilihan asuransi Comprehensive dari Garda Oto, pemilik mobil tidak perlu khawatir dengan biaya tune up yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Karena tune up mobil adalah termasuk manfaat asuransi yang bisa diperoleh pemilik mobil  jika bergabung menjadi nasabah asuransi Comprehensive dari Garda Oto yang menjamin Partial Loss + Total Loss, yaitu memberikan jaminan kerugian/kerusakan sebagian dan keseluruhan yang diakibatkan dalam polis asuransi kendaraan bermotor termasuk kehilangan akibat pencurian dengan tambahan fitur dan layanan yang lebih lengkap.