Pada sistem pengereman di mobil, kita mengenal adanya cara pengereman dengan teknik engine brake. Teknik pengereman ini sebenarnya bukanlah satu-satunya cara pengereman pada mobil. Hal ini dikarenakan saat mobil melakukan pengereman, mobil juga akan menggunakan rem depan dan rem belakang untuk membantu memperlambat laju kendaraan.

Fakta menariknya ternyata cara pengereman dengan teknik engine brake ini juga digunakan pada mobil F1 yang bisa melaju hingga kecepatan lebih dari 350 km/jam. Lantas, sebenarnya seberapa istimewakah teknik engine brake pada mobil hingga mobil F1 saja menggunakan teknik pengereman tersebut. Ini dia pengertian apa itu engine brake beserta kekurangan dan kelebihannya.

Apa Itu Engine Brake? 

Selain menggunakan rem depan dan rem belakang, mobil yang melakukan pengereman juga akan dibantu dengan teknik engine brake. Engine brake adalah teknik pengereman dengan cara menurunkan transmisi percepatan pada mobil ke transmisi lebih rendah secara bertahap.

Engine brake bukan hanya bisa Anda gunakan di mobil transmisi manual, tetapi juga bisa Anda gunakan di mobil transmisi matic. Umumnya, teknik engine brake bisa pemilik mobil gunakan saat melewati kondisi jalan yang menurun tajam yang bisa membuat rem cepat panas dan menyebabkan rem blong.

Dengan menggunakan teknik engine brake di saat kondisi jalan yang menurun tajam, kinerja rem mobil Anda menjadi tidak terlalu berat dan tidak membuat rem menjadi cepat panas yang bisa menjadi penyebab rem blong.

Fungsi Teknik Engine Brake 

Fungsi utama dari penggunaan teknik engine brake sebenarnya adalah untuk membantu kinerja rem agar tidak terlalu berat di saat mobil melewati kondisi jalanan tertentu khususnya jalanan yang menurun tajam.

Rem mobil yang digunakan secara berlebihan bisa membuat rem menjadi cepat panas dan bisa menyebabkan rem blong yang tentunya bisa sangat membahayakan nyawa pengemudi dan penumpang.

Dalam kondisi tersebut, teknik engine brake dapat meringankan kinerja rem mobil saat melewati kondisi turunan ekstrem dengan membantu memperlambat laju kendaraan dengan menurunkan transmisi percepatan mobil secara bertahap.

Cara Kerja Sistem Engine Brake pada Mobil 

Cara pengereman dengan teknik engine brake bisa Anda gunakan bukan hanya di mobil transmisi manual saja, tetapi juga bisa Anda gunakan di mobil transmisi matic. Berikut adalah cara kerja sistem engine brake pada mobil matic dan mobil manual.

  • Mobil Transmisi Manual

Pada mobil transmisi manual, cara kerja sistem engine brake pada mobil dilakukan dengan cara menurunkan gigi ke gigi lebih rendah secara bertahap.

Hal  yang perlu Anda perhatikan saat menggunakan teknik engine brake pada mobil manual adalah memperhatikan kecepatan dan RPM mobil saat hendak melakukan pergantian gigi ke gigi lebih rendah agar mobil Anda tidak tersendat. Pergantian gigi yang tidak mulus, hal ini bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen mobil lain. Idealnya, pergantian gigi ke gigi lebih rendah bisa pengemudi lakukan ketika putaran mesin mobil berada di kisaran 3.000 RPM.

  • Mobil Transmisi Matic

Cara kerja sistem engine brake pada mobil matic sebenarnya tidak jauh berbeda dibanding mobil manual. Hal yang membedakannya mungkin hanya dari penomoran giginya saja, di mana mobil manual kita mengenal adanya gigi 1 sampai seterusnya dan hal ini tidak ada di mobil matic.

Untuk menggunakan teknik engine brake pada mobil matic, pengemudi hanya perlu menurunkan gigi dari D ke gigi lebih rendah sampai gigi L jika diperlukan. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan fitur Over Drive (OD) jika tersedia pada mobil matic Anda.

Hal yang perlu Anda perhatikan saat menggunakan teknik engine brake pada mobil matic sama dengan mobil manual, yaitu kecepatan dan RPM mobil.

Plus Minus Sering Mengandalkan Engine Brake 

Kelebihan menggunakan teknik engine brake pada mobil adalah dapat meringankan kinerja rem mobil agar tidak cepat panas dan aus. Hal ini bisa terjadi ketika mobil Anda sedang melewati kondisi jalanan yang ekstrem seperti melewati jalanan menurun yang tajam. Pada kondisi tersebut, kerja rem menjadi semakin berat untuk memperlambat laju kendaraan. Namun, ketika Anda menggunakan engine brake beban kerja rem mobil akan terbagi karena dibantu dengan perpindahan gigi ke gigi lebih rendah untuk membantu pengereman dan bisa memperlambat laju kendaraan.

Selain bermanfaat untuk mengurangi beban kerja pada rem mobil agar tidak cepat aus dan rusak, penggunaan engine brake yang tidak tepat bisa menyebabkan komponen lain di mobil menjadi rusak dan juga bisa menyebabkan konsumsi bahan bakar semakin besar.

Hal ini bisa disebabkan karena engine brake berhubungan langsung dengan mesin, sehingga teknik engine brake yang salah saat berkendara dapat merusak komponen mobil lain.

Tips Melakukan Teknik Engine Brake 

Agar penggunaan teknik engine brake pada mobil bisa bermanfaat secara maksimal dan tidak sampai merusak komponen mobil lain. Sebelum menggunakan teknik engine brake, penting bagi setiap pengemudi untuk memperhatikan kondisi-kondisi berikut ini.

  1. Kecepatan dan RPM Mobil

Pergantian gigi yang tidak mulus saat menggunakan teknik engine brake disebabkan karena pengemudi kurang tepat saat melakukan perpindahan gigi.

Umumnya, pengemudi banyak melakukan kesalahan karena tidak memperhatikan kecepatan dan RPM mobil. Anda bisa menggunakan teknik engine brake di saat putaran mesin mobil berada di kisaran 3.000 RPM.

  1. Kondisi Jalan

Teknik engine brake pada mobil bisa Anda gunakan secara maksimal dengan mempertimbangkan kondisi jalan yang hendak dilewati. Biasanya, cara pengereman dengan teknik engine brake baru digunakan oleh pengemudi ketika melewati kondisi jalan yang menurun tajam. Hal ini dikarenakan kecepatan kendaraan akan semakin cepat di kondisi turunan sehingga Anda tidak bisa hanya mengandalkan rem mobil saja namun juga perlu dibantu dengan menurunkan gigi secara bertahap untuk membantu menurunkan kecepatan kendaraan saat melewati turunan tajam.

Lindungi Kendaraan Anda dengan Asuransi Mobil dari Garda Oto 

Menggunakan teknik engine brake pada mobil dengan tepat dapat membuat rem mobil Anda menjadi tidak cepat rusak dan hal ini dapat menghemat biaya perbaikan mobil.

Biaya perbaikan dan biaya servis mobil adalah biaya pengeluaran terbesar yang perlu dikeluarkan setiap pemilik mobil untuk menjaga dan merawat kondisi mobil agar tetap aman selama digunakan berkendara. Untuk menghemat biaya servis dan biaya perbaikan mobil tersebut, pemilik mobil bisa mempertimbangkan untuk menggunakan asuransi mobil terbaik.

Terdapat pilihan asuransi Comprehensive dari Garda Oto yang menjamin Partial Loss + Total Loss, yaitu memberikan jaminan kerugian/kerusakan sebagian dan keseluruhan yang diakibatkan oleh semua risiko yang dijamin dalam polis asuransi kendaraan bermotor termasuk kehilangan akibat pencurian dengan tambahan fitur dan layanan yang lebih lengkap.