Sempat atau bahkan sering merasa pusing sampai mual ketika di dalam perjalanan? Hampir bisa dipastikan, Anda mengalami mabuk perjalanan. Gejala mabuk perjalanan ini bisa dirasakan oleh siapa saja ketika melakukan perjalanan menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari perjalanan yang memakai mobil, bus, kereta, api, kapal, sampai pesawat terbang.

Kondisi mabuk perjalanan terjadi karena otak tidak mampu menyinkronisasikan gerakan yang dikirim oleh mata, telinga maupun tubuh. Potensi ketidakmampuan untuk melakukan sinkronisasi antar indra memang lebih rentan terjadi saat seseorang dalam kondisi bergerak dan tidak stabil, seperti ketika berada di dalam kendaraan.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan ketika mulai mengalami gejala mabuk perjalanan? Supaya perjalanan lebih nyaman dan tenang, cobalah untuk memahami penyebab, gejala, sampai cara mengatasi mabuk perjalanan yang tepat di bawah ini.

Ternyata, Ini Penyebab Mabuk Perjalanan

Penyebab mabuk perjalanan umumnya berasal dari dua sisi, yaitu dari kondisi fisik seseorang ataupun dari bagaimana kondisi kendaraan yang bergerak. Jika salah satu faktor di bawah ini sedang dialami atau dirasakan, risiko terjadinya mabuk perjalanan akan lebih besar.

·       Faktor Fisik

Kondisi tubuh yang kurang fit bisa memperbesar risiko terjadinya mabuk perjalanan. Saat Anda juga sedang mengalami masalah telinga atau mata, mabuk perjalanan juga akan lebih mudah datang.

Kembali lagi, ini karena mabuk perjalanan adalah kondisi yang terjadi akibat sinyal yang diterima otak dari mata, telinga, ataupun persendian tubuh lainnya tidak maksimal. Informasi yang diterima otak pun menjadi tidak sinkron sampai akhirnya melahirkan berbagai gejala mabuk perjalanan.

·       Faktor Kendaraan

Kondisi dalam kabin sampai bagaimana mobil berjalan juga menjadi faktor bisa muncul atau tidaknya gejala mabuk perjalanan. Kondisi mabuk perjalanan umumnya akan terasa makin parah pada kendaraan-kendaraan yang memiliki bau tajam atau tidak mengenakkan, seperti pewangi kendaraan hingga asap rokok.

Kondisi gerakan kendaraan yang kurang mulus juga bisa memicu terjadinya mabuk perjalanan. Karena alasan ini pulalah, masalah mabuk perjalanan biasanya terjadi ketika kendaraan tengah melewati kondisi jalan yang tidak rata atau sebagainya.

Kenali Gejala-gejala Mabuk Perjalanan 

Gejala mabuk perjalanan bisa beraneka ragam. Tingkatannya pun cukup bervariasi, mulai dari gejala ringan sampai berat.

Namun, biasanya gejala mabuk perjalanan akan diawali oleh gejala yang sifatnya ringan. Jika tidak cepat ditangani ataupun kondisi kabin kendaraan membuat tidak nyaman—seperti pengap dan bau, gejala akan lebih mudah bertambah parah. Jadi jika mulai menemukan gejala-gejala di bawah, sebaiknya segera mencari tips dan cara mengatasi mabuk perjalanan, ya.

·       Sakit Kepala

Gejala mabuk perjalanan umumnya diawali dengan rasa gelisah akibat sakit kepala. Tingkatan rasa sakit kepala pada tiap orang yang mengalami mabuk perjalanan dapat berbeda-beda, mulai dari ringan sampai berat.

·       Keringat Dingin

Orang-orang yang mengalami mabuk perjalanan cenderung mengeluarkan keringat dingin. Gejala ini merupakan buntut dari rasa tidak nyaman tubuh yang muncul karena otak tidak mendapat sinyal yang cukup dari mata, telinga, maupun persendian.

·       Napas Cepat

Ketika mengalami napas cepat, artinya mabuk perjalanan yang Anda alami cukup berat. Napas cepat akan membuat seseorang bisa merasa terengah-engah sampai kesulitan bernapas. Cobalah untuk menenangkan diri agar gejala tidak semakin parah.

·       Mual dan Muntah

Mual dan muntah merupakan gejala akhir dari mabuk perjalanan. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kondisi otak benar-benar sudah tidak mampu menangkap sinyal dari fungsi indra lain. Namun umumnya juga setelah muntah, gejala mabuk perjalanan perlahan membaik.

Tips dan Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan 

Mabuk perjalanan tidak menyenangkan! Mulailah untuk menyiapkan diri dan mencari cara agar tidak mabuk perjalanan. Berikut adalah berbagai cara dan tips agar tidak mabuk perjalanan. Kalaupun sudah kejadian, di bawah ini juga dapat diintip cara mengatasi mabuk perjalanan.

·       Makan Sebelum Perjalanan

Perut kosong menjadi salah satu penyebab mabuk perjalanan. Dianjurkan untuk makan 1—2 jam sebelum perjalanan agar tidak perlu merasakan gejala mabuk perjalanan. Namun ingat, jangan makan terlalu kenyang juga karena baik perut kosong maupun perut yang terlalu penuh sama-sama meningkatkan asam lambung yang membuat risiko mabuk perjalanan makin besar.

·       Memperbanyak Istirahat

Mabuk perjalanan akan lebih sering terjadi dalam perjalanan jauh yang memakan waktu berjam-jam. Melakukan istirahat secara berkala dapat menjadi tips agar tidak mabuk perjalanan, meskipun menempuh perjalanan panjang. Istirahat yang cukup dapat membuat tubuh lebih bugar dan otak lebih segar sehingga berbagai sinyal tubuh akan lebih mudah diterima otak.

·       Menyingkirkan Bau Menyengat

Bau menyengat bisa memicu gejala mabuk perjalanan kian parah. Jika bepergian dengan kendaraan pribadi, cobalah untuk menyingkirkan berbagai barang bawaan yang membuat bau menyengat di kabin, seperti pewangi mobil yang terlalu harum ataupun buah-buahan berbau menyengat.

·       Minum Obat Anti Mabuk

Minum obat anti mabuk bukan saat gejala mabuk perjalanan mulai terasa. Obat ini justru mesti dijadikan cara agar tidak mabuk perjalanan dengan mengonsumsinya sebelum memulai perjalanan yang dirasa cukup panjang. Namun, akan lebih baik lagi jika Anda mengonsultasikan dahulu penggunaan obat anti mabuk ke dokter.

·       Mengubah Posisi Duduk 

Cara mengatasi mabuk perjalanan ketika gejala mulai terasa bisa dengan mengubah posisi duduk. Usahakan untuk duduk dengan badan menghadap ke arah depan kendaraan. Pasalnya, gejala mabuk perjalanan dapat meningkat jika Anda duduk dengan menghadap ke samping atau belakang kendaraan.

·       Memejamkan Mata

Cobalah untuk memejamkan mata ketika mulai merasakan gejala mabuk perjalanan. Anda juga bisa langsung menutup mata ketika sudah menaiki kendaraan sebagai tips agar tidak mabuk perjalanan.

·       Mengonsumsi Permen Mint atau Jahe

Mengonsumsi permen dengan rasa mint atau jahe bisa meredakan gejala berupa mual dan muntah karena mabuk perjalanan. Aroma jahe dan mint pun diyakini membuat tubuh lebih rileks sehingga gejala mabuk perjalanan tidak berlanjut.

Supaya perjalanan makin nyaman, tenang, serta jauh-jauh dari gejala mabuk perjalanan, pastikan sudah melindungi diri dengan Garda Trip. Asuransi perjalanan dari Garda Trip ini dapat memberikan perlindungan terkait beragam kerugian yang muncul di perjalanan Anda, seperti pembatalan atau keterlambatan moda transportasi, kehilangan barang pribadi di transportasi publik, sampai risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.

Jadi, tunggu apalagi? Buat perjalanan terasa kian sempurna dengan perlindungan yang mumpuni dari Garda Trip.