Mobil Terkena Abu Vulkanik? Jangan Panik, Simak Langkah Mitigasi Berikut Ini!
Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali terjadi menyebabkan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah. Kondisi ini turut menjadi perhatian karena paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, terutama pada saluran pernapasan dan mata. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Tak hanya perlu melindungi diri dari paparan abu, pemilik kendaraan juga perlu memberikan perhatian khusus pada mobil yang terpapar. Pasalnya, abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Abu vulkanik mengandung partikel kristal silika yang tajam dan dapat bersifat asam. Karena itu, membersihkan mobil dengan cara yang kurang tepat justru berisiko menimbulkan kerusakan.
Lalu, bagaimana cara melindungi mobil dari paparan abu vulkanik? Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.
- Bersihkan Exterior Kendaraan dengan Metode yang Aman
-
- Guyur Air Mengalir
Saat mobil tertutup abu vulkanik, jangan terburu-buru membersihkannya menggunakan kain atau lap. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengguyur seluruh permukaan kendaraan dengan air mengalir. Gunakan selang dengan tekanan yang cukup agar partikel abu dapat luruh dengan sendirinya tanpa perlu digosok. - Usap Searah
Setelah sebagian besar abu berhasil dibilas menggunakan air, mobil dapat dilanjutkan dengan proses pencucian menggunakan sabun khusus kendaraan dan lap microfiber yang lembut. Namun, cara mengusap permukaan mobil juga perlu diperhatikan. Usap secara searah dan hindari gerakan memutar. Gerakan memutar dapat membuat partikel abu yang masih tersisa bergesekan berulang kali pada permukaan cat dan berpotensi menimbulkan baret halus. - Bersihkan Karet Wiper
Bagian kaca depan juga membutuhkan perhatian khusus. Abu vulkanik yang menempel pada kaca dan karet wiper dapat menimbulkan gesekan apabila wiper langsung digunakan dalam kondisi kotor. Sebelum mengaktifkan pembersih kaca depan, angkat terlebih dahulu lengan wiper dan bersihkan bagian karetnya. Pastikan kaca depan juga sudah dibilas dari sisa abu agar wiper dapat digunakan dengan aman tanpa berisiko menggores permukaan kaca.
- Guyur Air Mengalir
- Periksa Komponen Vital Kendaraan
- Cek Filter Udara
Ketika kendaraan berada di wilayah yang terpapar abu vulkanik, partikel halus dapat menumpuk pada filter dan membuat aliran udara menjadi tidak optimal. Lepaskan filter udara mesin untuk memeriksa kondisinya. Jika masih memungkinkan untuk dibersihkan, gunakan kompresor angin untuk menghilangkan debu dan abu yang menempel. Namun, apabila filter sudah terlalu padat oleh abu, sebaiknya segera diganti dengan yang baru agar kinerja mesin tetap terjaga. - Cek Filter Kabin & AC
Selain filter udara mesin, filter kabin juga perlu mendapatkan perhatian. Selama paparan abu vulkanik masih terjadi, gunakan mode sirkulasi udara dalam ruangan agar udara dari luar tidak langsung masuk ke dalam kabin. Setelah kondisi lingkungan kembali aman, periksa kondisi filter kabin dan AC. Paparan abu yang cukup banyak dapat membuat filter menjadi kotor dan memengaruhi kualitas udara di dalam mobil. Apabila diperlukan, segera lakukan penggantian filter kabin untuk menjaga kebersihan udara yang dihirup pengemudi dan penumpang. - Bersihkan Area Kaki-Kaki & Rem
Bersihkan area kaki-kaki dengan menyemprot celah roda, piringan rem, dan bagian radiator menggunakan air. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan sisa abu yang dapat memicu karat atau mengganggu sistem pendinginan kendaraan hingga meningkatkan risiko overheat.
- Cek Filter Udara
- Lindungi Kendaraan dari Paparan Abu Vulkanik
-
- Gunakan Sarung Mobil
Jika kendaraan harus diparkir di luar ruangan, gunakan car cover sebagai perlindungan tambahan dari paparan abu vulkanik. Namun, pastikan mobil dalam kondisi bersih terlebih dahulu sebelum memasang penutup. Car cover yang dipasang pada mobil yang masih tertutup abu justru dapat menimbulkan gesekan pada permukaan cat. Oleh karena itu, pastikan tidak ada sisa abu yang menempel sebelum menggunakan sarung mobil. - Pastikan Jendela Tertutup
Saat berkendara maupun memarkirkan kendaraan, pastikan seluruh jendela tertutup rapat. Celah kecil pada jendela dapat menjadi jalan masuk bagi partikel abu ke dalam kabin. Masuknya abu ke dalam kabin tidak hanya membuat interior mobil menjadi kotor, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara di dalam kendaraan. Karena itu, pastikan tidak ada jendela yang terbuka, terutama ketika kendaraan berada di area dengan paparan abu vulkanik. - Segera Cuci Mobil
Setelah kondisi memungkinkan, jangan menunda untuk mencuci mobil. Abu vulkanik memiliki sifat asam yang dapat memengaruhi lapisan pelindung pada permukaan cat apabila dibiarkan terlalu lama. Segera lakukan pencucian secara menyeluruh, mulai dari bodi, kaca, hingga bagian-bagian kendaraan yang berpotensi menjadi tempat menumpuknya abu. Dengan penanganan yang tepat dan dilakukan sesegera mungkin, risiko kerusakan pada lapisan bening atau clear coat mobil dapat diminimalkan.
- Gunakan Sarung Mobil
Tetap Waspada, Jaga Kendaraan Kesayangan Anda
Paparan abu vulkanik memang perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat dan pemilik kendaraan di wilayah terdampak. Namun, tidak perlu panik. Hal terpenting adalah mengetahui cara penanganan yang tepat dan menghindari tindakan yang justru dapat memperparah kondisi kendaraan.
Mulai dari mengguyur mobil dengan air mengalir, membersihkan komponen penting, hingga melakukan langkah pencegahan, setiap tahap memiliki peran untuk menjaga kondisi kendaraan. Jadi, jangan asal mengelap mobil yang terkena abu vulkanik dan pastikan kendaraan mendapatkan penanganan yang tepat.
Untuk perjalanan aman selama berkendara, jangan lupa untuk menambahkan perlindungan Asuransi Mobil Garda Oto. Dapatkan perlindungan darurat dari Garda Siaga 24 jam, spesial untuk pelanggan Garda Oto! Langsung call Garda Akses 1 500 112 atau WhatsApp 08950 1 500 112. Untuk promo spesial bulan ini, kunjungi gardaoto.com.
#POMinfo
