Apa itu Hidrometer? Fungsi dan Cara Penggunaannya

Apa itu Hidrometer? Fungsi dan Cara Penggunaannya

Hidrometer adalah satu dari sekian banyak alat ukur yang dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk mengukur berat jenis suatu cairan atau density (kepadatan) elektrolit. Alat ukur ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya dalam bidang otomotif.

Mengenal Lebih Dalam tentang Hidrometer

Dalam pembahasan kali ini, kita akan membahas mulai dari pengertian, fungsi, bagian – bagian, indikator, jenis, sampai cara penggunaan alat ukur ini.

Pengertian

Hidrometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur karakteristik cairan seperti kepadatan (density) dan berat jenisnya. Alat ini memiliki satuan ukur g3/cm. Sering digunakan untuk mengukur cairan seperti bensin, minyak tanah, dan kerosin.

Pada alat ini, terdapat semacam pipet panjang yang gunanya untuk dimasukkan ke cairan yang akan diukur. Saat pengukuran, kedalaman dari pipet panjang tersebut yang akan mengindikasikan berat jenis, kepadatan, dan karakteristik cairan yang sedang diukur.

Fungsi

Dalam dunia otomotif, alat ini sering difungsikan sebagai alat untuk memeriksa baterai atau aki basah sebuah kendaraan, biasanya mobil. Terdapat indikator pada alat ini untuk mengetahui berat jenis dari elektrolit baterai apakah kondisinya masih baik atau sudah tidak baik. Terkadang digunakan juga untuk memeriksa kondisi bensin atau minyak rem pada mobil.

Bagian – bagian

Bagian – bagian dasar dari alat ini mencakup stem dan bulb. Stem adalah tabung yang berongga dan tipis dengan ujung melingkar. Sedangkan bulb adalah bagian yang berukuran kecil dan terdapat di luar hidrometer di bagian ujung alat ini. Namun, jika disebutkan secara detil, hidrometer mempunyai 4 bagian, yaitu:

  1. Pick-up tube

Pick-up tube letaknya ada di ujung bawah alat ini dan berfungsi sebagai saluran keluar atau masuk cairan elektrolit.

  1. Float atau pelampung

Float atau pelampung berfungsi sebagai indikator yang mengindikasikan hasil pengukuran berat jenis dari elektrolit yang kita ukur. Indikatornya berupa 3 garis yang menunjukkan indikator recharge, fair, good.

  1. Outer bulb

Outer bulb ini merupakan tempat menampung cairan setelah melewati pick-up tube.

  1. Suction bulb atau pipet

Bagian ini terletak di ujung bagian atas dari alat yang berfungsi untuk menyedot atau mengambil cairan elektrolit yang akan diukur. Cara penggunaannya yaitu dipencet.

Indikator

Ketika kita menggunakan alat ini untuk mengukur berat jenis dari cairan elektrolit pada aki mobil, untuk mengetahui kondisinya masih baik untuk digunakan atau tidak, terdapat indikator yang berupa warna untuk mengetahui hasil dari pengukuran kita. Indikator warnanya yaitu:

  1. Bening atau tidak berwarna

Warna ini mengindikasikan hasil yang netral dengan berat jenis 1.

  1. Merah

Warna ini mengindikasikan kondisi aki mobil kita butuh pengisian asam sulfat atau accu zur dengan berat jenis 1100 sampai 1220.

  1. Putih

Warna putih pada indikator warna alat ini menunjukkan bahwa aki mobil dalam keadaan normal atau cukup dan tidak perlu tindakan apapun. Pada warna ini, elektrolit yang diukur memiliki berat jenis antara 1225 sampai 1250.

  1. Hijau

Pada indikator yang menunjukkan warna hijau, ini berarti cairan elektrolit pada aki mobil yang kita ukur dalam kondisi baik atau good. Warna ini memiliki berat jenis antara 1250 sampai 1280.

Saat mengukur berat jenis pada cairan elektrolit aki mobil kita, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keakuratan hasil pengukuran. Faktor akurasi hasil pengukuran alat ini antara lain seperti kebersihan, suhu, dan pencelupan alat yang baik dan benar.

*Baca Juga: Begini Cara Merawat Radiator Mobil dengan Tepat

Faktor kebersihan dari alat ini sangat penting dan bagian yang harus dijaga kebersihannya adalah bagian pick-up tube. Faktor yang mempengaruhi keakuratan hasil pengukuran adalah suhu. Suhu pada hidrometer dengan cairan harus dalam kondisi suhu yang sama dengan suhu di sekitarnya untuk mencegah perubahan kepadatan pada saat dilakukan pengukuran.

Kemudian, cara mencelupkan alat yang baik dan benar juga mempengaruhi akurasi hasil pengukuran. Wadah yang digunakan menyimpan cairan yang dicelupkan harus memiliki diameter sekitar 25mm lebih lebar dibandingkan diameter alat.

Jenis – jenis

Jika digunakan dalam dunia otomotif, alat ini digunakan untuk mengukur berat jenis dari cairan elektrolit aki mobil yang menunjukkan hasil baik untuk digunakan atau tidak. Namun, secara umum hidrometer memiliki beberapa jenis, antara lain:

  1. Alcoholmeter

Jenis ini digunakan untuk mengukur alkohol saat sebelum dan sesudah proses fermentasi

  1. Urinometer

Jenis ini berperan untuk memeriksa kondisi hidrasi pasien dan menggunakan urin sebagai bahan ujinya.

  1. Lactometer

Digunakan untuk mengukur dan menguji kualitas susu.

  1. Saccharometer

Ini digunakan untuk mengukur tingkat kadar gula pada sebuah zat dan paling umum digunakan oleh pabrik makanan dan roti.

  1. Aquariumhidrometer

Jenis ini digunakan untuk memeriksa kadar garam pada air yang terdapat di aquarium.

  1. Thermohydometer

Alat jenis ini paling sering digunakan untuk mengukur produk minyak bumi.

  1. Hydrometer analisis tanah

Sering digunakan untuk mengklasifikasikan jenis tanah.

Cara penggunaan

Cara menggunakan hidrometer untuk mengukur berat jenis cairan elektrolit pada aki mobil bisa dibilang sangat mudah dan tidak membutuhkan trik – trik khusus. Sederhananya, Anda hanya perlu mencelupkan dan menekan bulb ke dalam cairan dan cairan akan terhisap ke dalam bulb secara langsung. Namun, banyak orang belum mengerti prosedur penggunaan dan cara membaca hasil pengukurannya dengan benar.

*Baca Juga: Mengenal Komponen Pada Mobil Beserta Bagiannya

Hal tersebut penting untuk diketahui karena saat kita tidak melakukan prosedur yang benar dan cara membaca yang akurat, akan berpengaruh pada hasil atau analisis pengukuran dan memberikan dampak yang bisa merugikan bagi mobil atau kendaraan yang Anda gunakan. Lalu, bagaimana prosedur yang perlu Anda perhatikan? Berikut sedikit penjelasannya.

  1. Persiapkan alat dan pastikan alat dalam keadaan bersih dan berfungsi dengan baik. Cek terlebih dahulu berat jenis air. Hasilnya harus di angka 1kg/m3.
  2. Tutup semua aki atau baterai.
  3. Masukkan pick-up tube dari alat ke dalam aki atau baterai hingga salurannya tertutup oleh cairan elektrolit.
  4. Tekan pipet lalu lepaskan secara perlahan dan perhatikan cairan elektrolit akan terhisap secara otomatis melalui tabung kaca saat tekanan pipet dilepaskan dan pelampung akan terangkat.
  5. Posisikan alat tegak lurus untuk hasil yang maksimal.
  6. Setelah itu baca dan lihat hasil yang Anda ukur dari indikator yang terdapat di pelampung.
  7. Perlu dilakukan pengukuran lebih dari satu kali agar memastikan hasil pengukuran sudah tepat atau belum.
  8. Perlu juga untuk mencatat hasil pengukuran berat jenis di tiap sel aki atau baterai. Kemudian rata – ratakan hasilnya untuk bisa menentukan kondisi aki atau baterai baik digunakan atau tidak berdasarkan hasil pengukuran.

Cara mengukur berat jenis dari cairan aki mobil Anda memang cukup mudah. Namun, Anda tetap perlu memerhatikan prosedur dan cara penggunaan hidrometer dengan baik dan hasilnya akurat. Untuk menanggulangi kejadian tidak terduga saat berkendara, Anda dapat memakai asuransi dari Garda Oto. Layanan ini menawarkan segala jenis asuransi yang dapat membantu mobil Anda terproteksi dari segala jenis hal-hal yang tidak diinginkan.